You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Perbaikan Jalan Gunung Sahari Raya Capai 60 Persen
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Perbaikan Jalan Gunung Sahari Raya Capai 60 Persen

Dinas Bina Marga DKI Jakarta melakukan penanganan jalan rusak di Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta Pusat. Saat ini progres perbaikan sudah mencapai 60 persen.

Targetnya selesai bulan ini,

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho mengatakan, perbaikan dilakukan di satu sisi jalan dari arah Senen menuju Ancol sepanjang kurang lebih tiga kilometer.

"Perbaikan hanya di satu sisi jalan karena yang mengarah ke Pasar Senen masih bagus," ujarnya, Kamis (13/6).

Trotoar di Cikini dan Kramat Raya Ditata Ulang

Hari menjelaskan, perbaikan Jalan Gunung Sahari Raya menggunakan metode cold miling. Berbeda dengan penanganan sebelumnya yang menggunakan metode patching atau tambal sulam yang sifatnya sementara.

Metode cold miling digunakan karena struktur bawah jalan sudah mengalami kerusakan dan drainase permukaan mengalami hambatan. Sehingga, air yang mengendap merusak struktur atas jalan.

"Kami buat baru. Jalan sepanjang kurang lebih tiga kilometer dengan lebar sembilan meter dilakukan layer," terangnya.

Hari menambahkan, penanganan dengan menggunakan metode cold miling bisa membuat jalan lebih tahan lama.

"Targetnya selesai bulan ini. Kami juga memanfaatkan momentum Lebaran untuk melakukan perbaikan karena arus kendaraan tidak terlampau padat," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2434 personFakhrizal Fakhri
  2. Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1257 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye1007 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1004 personFakhrizal Fakhri
  5. Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

    access_time18-09-2026 remove_red_eye824 personDessy Suciati